21 Hari Mencari Jodoh 486x60
Paket Minyak Cinta 728x90

Thursday, May 3, 2012

Musik Pembuka Serial Aksi Era 1980-an dan 1990-an Paling Dikenang

JAUH sebelum tayangan TV nasional didominasi sinetron stripping, hari-hari kita diisi dengan serial TV yang diimpor dari Hollywood sana.
Tabloid ini menyebutnya “Serial Barat” dan kami rutin menulis sinopsis lengkap banyak serial TV. Kehadiran TV swasta jelang 1990-an ikut membuat generasi 1990-an tumbuh dengan tayangan TV yang lebih berwarna dan bervariasi. Setelah era TVRI tahun 1980-an melahirkan generasi pecinta serial Hunter, The Avenger, Lucan, Dynasty, Little House on the Praire, hingga The A-Team. Generasi berikutnya  tumbuh dengan MacGyver, Airwolf, Knight Rider, My Secret Identity, Wonder Woman, Star Trek: The Next Generation, Beverly Hills 90210, sampai Renegade.
Apa yang paling kita kenang dari serial-serial tersebut? Yang terus melekat di memori kita adalah opening theme alias musik pembuka serial-serial itu. Kita ingat potongan-potongan adegan seru sambil dikenakan lagi para pemain utamanya serta siapa pembuat serialnya. Pada pertengahan 1990-an yang paling saya ingat ditambahi tulisan: “In Stereo (where available)” seolah klaim itu keren banget.
Menyambut versi layar lebar serial 21 Jump Street yang edar di bioskop kita, kami merating opening theme serial Barat bergenre aksi dari era 1980-an dan 1990-an. Bagi generasi 1980-an dan 1990-an membuat daftar ini luar biasa mengasyikkan. Saya mengulik You Tube melihat-lihat lagi opening theme berbagai serial lalu menimbang-nimbang sekitar 10 yang pas disebut paling dikenang. Setelah menentukan daftarnya, saya berselancar di dunia maya maupun pusat dokumentasi tabloid ini mencari referensi. Syahdan, saya merasa naik mesin waktu ke masa kecil saya saat rutin nonton serial-serial tersebut.
Semoga tulisan ini membawa rasa nostalgia yang sama pada Anda semua. Salam. (O ya, daftar ini memang hanya merating serial aksi. Untuk serial komedi ataupun drama lain kali kami akanmembuat daftar senada.)
260px-Loisnclark10. “Lois & Clark: The New Adventures of Superman” dan “Superboy”
Serial Lois & Clark: The New Adventures of Superman hanya mampu bertahan 4 musim di negeri asalnya. Diputar di SCTV mulai Maret 1995, serial ini menaikkan pamor bintangnya, Dean Cain, sang Superman/Clark Kent, dan Teri Hatcher sebagai kekasihnya, Lois Lane. Serial ini sukses mengangkat versi romantis dari kisah sang pahlawan super. Sementara itu, jauh sebelum serial Smallville lahir, produser ayah dan anak yang pernah membuat film-film Superman, Alexander Salkind dan Ilya Salkind membuat serial Superboy 230px-Superboy (TV series)(dengan bintangnya, James HamesNewton). Seperti Smallville, kisahnya mengangkat sang manusia super di masa muda. Saya paling ingat dengan musuh bebuyutan Superboy bernama Bizarro, versi monster Frankenstein dari Superboy dengan kekuatan setara sang jagoan. Dua serial dari legenda Superman ini masuk daftar di deretan yang sama karena musik pembukanya sama-sama dibuat megah, mengacu pada musik orkerstra dari film aslinya di tahun 1978 gubahan John Williams.
Lois & Clark: The New Adventures of Superman

Superboy

220px-A-Team-Logo.svg9. The A-Team
Serial The A-Team punya adegan pembuka (opening sequence) yang terus kita ingat. Ada narator (suara John Ashley, salah satu produsernya) bercerita begini: “In 1972, a crack commando unit was sent to prison by a military court for a crime they didn't commit. These men promptly escaped from a maximum security stockade to the Los Angeles underground. Today, still wanted by the government, they survive as soldiers of fortune. If you have a problem, if no one else can help, and if you can find them, maybe you can hire... The A-Team.” Setelahnya adegan-adegan seru, ledakan, pistol dan senapan menyalak. Musik Mike Post mengiringinya dengan ciamik.

tour-of-duty8. Tour of Duty
Mick Jagger dan Keith Richards menulis lirik “Paint it Black” untuk bandnya, Rolling Stones. Mendiang Brian Jones menambahkan melodi instrumen sitar yang terasa menghantui. Bill Wyman menambahkan nada-nada rasa klezmer (musik etnik Yahudi) pada organnya; Jack Nitzsche memainkan piano bergaya gipsi. Hasilnya, “Paint it Black”—pertama rilis tahun 1966 dalam album Aftermath—menjadi lagu yang membius, melekat terus di kepala hingga lama. Serial Tour of Duty--pertama rilis di AS tahun 1987, tayang di RCTI tahun 1990-an—sangat pas memilih lagu itu jadi musik pembukanya. Lagu yang ditempatkan majalah Rolling Stone di urutan 176 dalam 500 Lagu Terbaik Sepanjang Masa itu sangat pas untuk menggambarkan kekelaman perang yang gelap, dan segalanya seolah dicat hitam.        

220px-NYPD Blue logo7. NYPD Blue
NYPD Blue punya dua nama besar: Steven Bochco dan Mike Post. Bochco adalah kreator dan produser serial TV yang sudah menghasilkan hit seperti L.A. Law, Hill Street Blues hingga Doogie Howser M.D.. Sedang Post adalah master di jagat ilustrasi musik TV yang sudah membuat opening music The A-Team, CHiPs, Doogie Howser M.D., Hunter, Magnum, P.I., Quantum Leap, Renegade, hingga Law & Order. NYPD Blue adalah kali kesekian keduanya kerja bareng. Post pas betul menerjemahkan musik tema serial itu. Yang sempat menonton serial ini saat tayang di Indosiar pada 1990-an hingga 2000-an pasti hapal betul dengan gerak kamera dinamis yang berpindah cepat, seolah menggambarkan kota New York yang riuh dan bergegas. Post membuat musik beritme cepat yang sangat pas dipasangkan dengan gambar-gambar di NYPD Blue.


250px-Knightlogo6. Knight Rider
Ah, setiap anak 1990-an pasti memimpikan punya mobil sedan hitam canggih bernama KITT (Knight Industries Two Thousand) yang ditunggangi Michael Knight (David Hassellhoff) ini. Cukup memanggil lewat jam tangan, KITT datang sendiri ke depan supirnya. Termasuk menolong sang supir yang tengah butuh bantuan. Musik Knight Rider yang bernuansa elektronik pas untuk menggambarkan mobil KITT yang canggih. Begitu berpengaruhnya musik tema serial ini sejumlah musisi me-remix musik pembukanya mulai dari Busta Rhymes, Timbaland & Magoo, Lil Kim, hingga Mobb Deep ke dalam musik-musik mereka. 

250px-Miami Vice Season 2 L5. Miami Vice
Jika daftar ini merating musik pembuka terbaik, saya akan menyebut opening theme serial Miami Vice layak disebut yang terbaik. Saat tayang di NBC selama 5 musim pada 1984-1989, rating serialnya biasa-biasa saja. Tapi, kemudian pengaruh serialnya bergema terus hingga kini. Generasi 1990-an yang menonton serial ini di RCTI dulu juga masih terkenang-kenang gaya duo polisi Miami Sonny Crocket (Don Johnson) dan Ricardo Tubbs (Philips Michael Thomas) ini. Sonny suka berpakaian necis, berjas dan celana panjang putih rancangan Armani atau Gianni Versace. Jas dipakainya untuk membungkus kaus berwarna pastel. Tubbs yang kerling memakai busana yang kontras dengan warna kulitnya. Alih-alih kelihatan aneh, Tubbs malah makin dandy. Serial yng diantaranya digagas sutradara Michael Mann ini tak hanya serius untuk urusan fesyen maupun action-nya. Miami Vice juga dikenal akan keseriusannya menggunakan musik-musik milik musisi ternama macam Meat Loaf, Phil Collins, Tina Turner, Peter Gabriel, U2, dan banyak lagi. Musik temanya digubah Jan Hammer yang mengandalkan musik instrumental synthesizer. Musik Hammer terasa pas mengiringi rangkaian gambaran kota Miami yang penuh warna, berpantai indah, dan dipenuhi cewek-cewek seksi berbikini ria. Bukti lagu tema Hammer patut diacungi jempol soundtrack Miami Vice memuncaki tangga Billboard pada 1985 serta memenangi Grammy Awards 1986 untuk Best Pop Instrumental Performance.   

Thexfiles4. The X-Files
Kalau ada musik pembuka sebuah serial yang paling menghantui terus bergema di benak penontonnya ya musik pembuka The X-Files ini. Musiknya terasa menyeramkan, penuh misteri, dan ya itu tadi menghantui. Tapi siapa sangka musik itu tercipta tanpa disengaja. Kisahnya, Chris Carter, sang pencipta serialnya sudah berkali-kali meminta sang illustrator musik The X-Files, Mark Snow untuk merevisi musik pembukanya. Carter merasa selalu ada yang tak tepat dalam musik yang disodorkan Snow. Hingga, suatu kali, Carter masuk ke ruangan dan tak sengaja Snow sedang frustasi iseng-iseng memainkan keyboard-nya. Eureka! Carter langung suka. Snow kemudian bilang, “this sound was in the keyboard. Anda that was it.”   

200px-21 Jump Street3. 21 Jump Street
Serial 21 Jump Street punya premis yang unik: polisi khusus ditugaskan menangani kenakalan remaja, termasuk menyamar jadi murid SMA. Maka, tongkrongan para polisi di serial ini tidak berjas atau dandy, melainkan bergaya remaja. Itu mungkin yang membuat serialnya jadi begitu dekat dengan remaja 1990-an di sini yang menontonya dulu di RCTI. Lewat serial ini banyak gadis jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Johnny Depp sebagai Tom Hanson. Pada musik pembukanya kita disuguhi lagu nge-beat dari masa keemasan musik disko penghujung 198o-an. Di serialnya, lagu berjudul “JUMP!!” itu dilantunkan Holly Robinson sang pemeran Judy Hoffs, sedang Depp dan lawan mainnya Peter Deluise (pemeran Doug Penhall) kebagian peran sebagai backing vocal. Yang paling saya ingat adegan di penghujung lagu saat para polisi seolah kompak menembakkan piostol dengan tangan ke udara.

250px-AirwolfTitlecardOR2. Airwolf
Airwolf adalah helikopter canggih yang mampu terbang setengah permukaan bumi, mengalahkan pesawat jet tempur. Stringfellow Hawk (diperankan Jan-Michael Vincent) yang menjadi pilot Airwolf, di bawah arahan Dominic Santini (Ernest Borgnine) yang memandunya. Musik pembukanya dibuat Sylvester Levay dengan khas menyuguhkan musik pengiring bernuansa elektronik era 1980-an nan canggih seperti helikopternya. Musik tema Airwolf kemudian dirilis dalam 2 CD (diproduseri Mark J. Cairns) yang didaulat sebagai “Soundtrack Serial TV Paling Mahal” di situs eBay, yang dibanderol seharga AS$ 981 per copy.    

260px-MacGyver intro1. MacGyver
Musik pembuka MacGyver layak ditahbiskan sebagai yang paling dikenang. Pertama, tentu karena serialnya yang begitu populer dan membekas bagi generasi 1990-an. Tanpa perlu menyalakkan pistol, MacGyver (Richard Dean Anderson) mamiu membekuk lawan. Tanpa sulap apalagi sihir, MacGyver bisa membuka pintu yang  terkunci berbekal klip kertas. Dengan alat sederhana yang ada di sekitarnya, ia juga mampu mematikan bom yang siap meledak. Sebetulnya, secara musikalitas, tak ada yang istimewa dari musik pembukanya. Yang membuatnya terkenang terus karena musik itu mampu mengantarkan rangkaian gambar setiap polah MacGyver. Termasuk saat MacGyver menoleh saat membetulkan pesawat, berpose di baling-baling lalu muncul tulisan “STARRING: RICHARD DEAN ANDERSON” ataupun di ujung saat MacGyver seolah kecapekan menghela nafasnya.   

(ade/ade)
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments:

Post a Comment