21 Hari Mencari Jodoh 486x60
Paket Minyak Cinta 728x90

Thursday, April 25, 2013

Jangan Dipukul, Ini Cara Ideal untuk Membasmi Kecoa



Membunuh kecoa sebaiknya jangan dipukul sampai keluar isi perutnya, sebab di dalamnya terkandung cacing parasit yang dapat menginfeksi manusia. Demikian isi postingan di Facebook yang sempat menghebohkan akhir-akhir ini. Terlepas dari keberadaan cacing, saran tersebut ada benarnya.

"Membunuh kecoa cukup dengan pestisida saja. Dengan pembersih serangga seperti yang dijual di toko-toko sudah cukup. Itu juga bisa digunakan untuk membunuh lalat, nyamuk dan serangga lain," ujar dr Chabib Afwan, Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI ketika dihubungi detiKHealth, Kamis (25/4/2013).

Kabar yang santer beredar di Facebook menerangkan bahwa di dalam perut kecoa terkandung cacing halus. Apabila digencet dan keluar isi perutnya, cacing ini bisa keluar dan masuk lewat pori-pori manusia. Selai itu, membunuh kecoa dengan cara digencet memang tidak efektif.

Kecoa hidup di tempat-tempat kotor sehingga badannya dilumuri oleh berbagai jenis bakteri dan kuman penyakit. Apabila digencet sampai keluar isi perutnya, tentu cairan tubuh yang keluar membuat kuman-kuman bakteri dari tubuh kecoa dapat menyebar dan menempel ke sekitarnya.

"Kalau keluar isi perutnya dan kuman-kuman seperti bakteri, cacing dan telur cacing menempel makanan, tentu bisa berisiko. Tapi kecoa kan biasanya hidupnya di bawah, di lantai, tidak di dekat makanan," kata Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor,

Dr Upik mengakui bahwa orang seringkali latah apabila melihat kecoa dan segera membantainya dengan segala benda yang ada di sekitar, bisa sandal ataupun sapu. Hal ini memang sulit dihindari. Namun masyarakat tak perlu khawatir akan cacing yang katanya dapat masuk ke pori-pori.

"Kebanyakan kasus penularan cacing itu lewat makanan, tidak langsung masuk ke pori-pori tubuh. Yang penting setelah membunuh kecoa langsung dibersihkan," terang dr Upik.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments:

Post a Comment